Kandungan Manfaat Dan Khasiat Ceplukan Bagi Tubuh Yang Harus Diketahui


Kandungan Manfaat Dan Khasiat Ceplukan Bagi Tubuh - Tanaman Obat yang sering dikenal dengan sebutan Nyur-nyuran ini juga terbilang ampuh dalam mengobati berbagai macam penyakit. Dengan masih dalam klasifikasi kerajaan Plantae, Ceplukan atau Ciplukan mempunyai nama latin atau ilmiah P. angulata L. P. minima P. peruviana. Pada umumnya ceplukan tumbuh dengan liar di persawahan, Ladang dan juga di pingir-pinggir jalan. Namun lebih sering ditemukan di sawah yang sedang menanam jagung. Dan paling digemari oleh anak-anak dikarenakan rasanya sangat manis dan mempunyai cita rasa tersendiri.



Ciri-ciri dari tanaman yaitu terletak pada pohon yang menpai ketinggian hingga setengah meter, daun hijau hampir sama dengan cabe, dan buahnya terbungkus kelopak bunga seperti kulit tipis. Pada saat masih muda, kulit buah yang membungkus tersebut berwarna hijau namun seiring dengan pematangan, maka warna berubah menjadi orange, merah, atau juga kuning. Dan buah ini paling enak dikonsumsi jika sudah terjatuh sendiri atau terlepas secara sendirinya dari tangkai. Nah.. Yang jadi pertanyaanya adalah : Apa saja Kandungan gizi atau nutrisi pada buah Ceplukan? Dan Apa saja fungsi serta manfaat ceplukan bagi kesehatan tubuh? Untuk lebih jelasnya, mungkin jawaban dibawah ini bisa membantu anda dalam mencari informasi.
Kandungan Gizi atau Nutrisi pada Buah Ceplukan terdiri dari Alkaloid, Asam Sitrun, Asam Malat, Gula, Vutamin C, Tanin, Fisalin, Dan Chlorogenik Acid. Kesemua zat kimia alami tersebut terbilang sangat ampuh dalam menjaga kinerja dari organ tubuh manusia.

Kandungan Manfaat Dan Khasiat Ceplukan Bagi Tubuh :
  • Mempercepat pematangan bisul.
  • Sebagai antioksidan pencegah radikal bebas.
  • Bersifat diuretik (peluruh atau melancarkan air seni).
  • Mengobati batuk dan juga mengeluarkan dahak.
  • Mengatasi sakit tenggorokan dan sesak nafas.
  • Mempercepat penyembuhan luka atau borok.
  • Menetralkan dan mengeluarkan racun dalam tubuh.
  • Menurunkan kadar gula darah.
  • Obat alami untuk kencing manis (diabetes mellitus).
  • Mengobati penyakit hati (Hiertensi / penyakit kuning).
  • Menyembuhkan keluhan nyeri pada sendi dan juga rematik.
  • dll.
Pada umunya untuk digunakan sebagai jamu, kesemua anggota tanaman ikut berpengaruh dan bisa dipakai. Untuk jamu tradisional, kalangan masyarakat mengambil pohon lengkap beserta akarnya untuk direbus dan diminum airnya. Namun untuk pengobatan luar, anda bisa menggunakan akar atau daunnya saja untuk dihauskan kemudian dibalurkan pada kulit untuk mengobati bisul dan lain-lainnya. Begitupun sebaliknya, jika anda ingin meramu sebagai obat minum, anda butuh menyiapkan temulawak, temu ireng, Daun mimba dan juga Pohon Ciplukan. Haluskan semua bahan tersebut dan rebus hingga mendidih dengan menambah sedikit garam. Selanjutnya tinggal diminum sesuai dengan kebutuhan.

Mungkin itu saja yang bisa kami tuangkan dalam Kandungan Manfaat Dan Khasiat Ceplukan Bagi Tubuh. Semoga artikel singkat ini bisa membantu dan juga berguna bagi orang banyak. Untuk mendapat informasi lebih lanjut mengenai tanaman obat yang lain, silahkan cek pada related post dibawah. Sekian dulu dan selamat membaca!


Langkah Menanam Apel dari Biji yang Perlu Diketahui

Bagi anda yang suka konsumsi apel pasti tau daerah penghasil apel tak lain yaitu kota batu. Kota yang terkenal dingin, tempat wisata juga penghasil apel ini sangat disukai banyak orang. Bukan hanya apel, berbagai jenis sayuran dan jenis bunga banyak dikembangkan di kota batu.


Seperti yang kita ketahui baik dipasar, supermarket, atau plaza harga buah apel umumnya stabil. Kenapa demikian? Jawaban pertama tentu karena rasa khas tersendiri, sementara yang kedua karena nila nutrisi yang terkandung didalmnya.

Untuk jenis buah apel berwarna merah rasanya cenderung manis, sedangkan untuk yang hijau sedikit kemerahan punya rasa yang cenderung masam dengan tekstur daging buah lebih renyah.  Selain dari segi rasa, ada juga sisi lain, sebagai komoditas pangan tambahan yang memberi efek positif bagi banyak orang mulai dari pedagang kaki lima yang berjualan jus apel pun bisa dijadikan olahan home industri seperti keripik apel atau kue apel.

Dengan sedemikian banyak manfaat ini, tak heran kalau buah apel banyak dibudidaya di kota-kota beriklim sejuk hingga dingin, salah satunya seperti di Batu, Malang. Budidaya apel sendiri biasanya pakai teknik okulasi atau stek batang, cangkok pun dikenal sebagai jenis cara tanam dengan tingkat produktifitas baik.

Namun menanam apel juga bisa dilakukan dari biji, hanya saja cara ini tak populer karena waktu budidaya lebih lama. Berikut ini adalah langkah-langkah menanam apel dari bijinya.

1.      Sediakan Bibit

Langkah pertama sediakan benih dalam bentuk biji, sebaiknya biji dari dua jenis apel yang berbeda. Hal ini perlu untuk memudahkan penyerbukan nantinya. Cuci dan angin-anginkan benih agar kering. Selanjutnya biarkan di tempat kering dengan kelembapan sedang. Tujuannya tentu untuk memudahkan benih berkecambah.

2.      Persemaian dan Pemindahan Media Tanam

Saat benih masih dalam bentuk biji, media tanam yang umum adalah tisue atau kapas yang dibasahi air. Taruh dalam wadah tertutup rapat dan masukkan dalam lemari es, dengan kisaran suhu antara 7ᵒ-9 Celcius, beberapa sumber menyebutkan suhu untuk tempat simpan benih berkisar antara 5-6ᵒ Celsius.

Lama penyimpanan berkisar antara, 60 harian atau sampai benih berkecambah. Selanjutnya dipindahkan pada media tanam polybag dengan campuran 2:1 antara kompos dan tanah. Pastikan PH netral pada media tanam tersebut.

3.      Perawatan Pasca Semai

Proses paling sulit dalam bertanam apel dari biji adalah proses perkecambahan dan persemaian. Semua harus dilakukan dengan hati-hati dan detil agar tidak merusak bakal tanaman apel dan menyebabkannya mati.

Selanjutnya, proses perawatan dilakukan seperti biasa. Dengan penyiraman secukupnya. Lakukan proses ini hingga pohon siap dipindahkan ke kebun. Biasanya ditunjukkan dengan munculnya 5-7 helai daun.

Itulah metode singkat bertanam apel dari biji. Tentu saja, diperlukan detil serta teknik yang cukup agar setiap hasil bisa mendekati sempurna seperti dengan teknik lain semisal okulasi atau cangkok. Pastikan perawatan yang terbaik, dan asupan sinar matahari cukup untuk pohon apel muda. 

Bertanam Jamur Teknik Hidroponik, Ini Dia Metodenya


Jamur sudah banyak dibudidaya orang sebagai salah satu jenis tanaman pangan, sekaligus komoditas yang menguntungkan. Orang bisa membudidaya jamur dengan menggunakan Kit Jamur, ini adalah istilah untuk blok serbuk gergaji terkompresi yang didalamnya sudah terdapat spora jamur. Tapi kini sudah ada metodologi lain untuk mengembangbiakan jamur konsumsi dengan tanpa Kit Jamur tersebut.


Umumnya jamur ditanam dengan sistem kering. Penyiraman dilakukan sekedar untuk mejaga humidity (kelembapan) ruang tanam dengan maksud agar jamur tidak kering dan mati. Penyiraman sangat penting terutama ketika jamur masih dalam bentuk Kit.

Dan teknik hidroponik jamur mengadopsi berbagai macam teknik yang disatukan untuk menumbuhkan spora jamur dalam kit. Selian itu bisa pula ditanam dengan spora jamur tanpa sistem kit.

Disini kita akan fokus pada teknik pengembangbiakan jamur sistem Kit dengan nutrisi menggunakan metode hidroponik. Kit Jamur dapat dibeli di toko kebutuhan pertanian, baik dengan sistem online maupun offline.

·        Fungi-nisasi

Kita jamur hanya berbentuk serbuk gergaji yang telah terkompresi saja. Serbuk gergaji ini selanjutnya dilakukan penumbuhan miselium atau fungus. Caranya Kit Jamur dibenamkan dalam air yang sudah ternutrisi lalu diletakkan pada tempat gelap dengan kisaran suhu 15-23 celcius. Diwaktu fung-nisasi dilakukan, pastikan balok Kit Terendam Nutrisi sepenuhnya.

·        Larutan Perendaman

Element penting dalam hidroponik jamur tidak sama dengan hidroponik tanaman lain seperti sayur atau tumbuhan berbatang keras. Sebab jamur tidak memproduksi sumber nutrisi sendiri melainkan menghisap dari unsur hara media tempatnya tumbuh. Oleh karena itu larutan perendaman Kit Jamur harus dipersiapkan dengan seksama. Jamur dapat hidup dengan baik pada media dengan kandungan Gula dan Karbohidrat tinggi hingga sedang.

·        Sistem Pengairan dan Lokal Tanam

Dalam setiap metode hidroponik dibutuhkan satu kesatuan tata pengairan baik terotomatisasi maupun manual. Untuk jamur, sendiri dibutuhan sebuah media tanam yang diistilahkan dengan vermiculite cookie, ini memang adalah sebuah kue dengan spora jamur telah diletakkan disana.

Kebutuhan selanjutnya adalah tangki kecil dengan agregat tanah liat, juga lampu dan pompa air dengan aerator batu berongga. Pengaturan kelembapan berkisar pada 70% dan lampu dinyalakan enam jam sehari.

Secara singkat sistem hidroponik masihlah rumit untuk diterapkan bila skala tanam jamur adalah home industri. Tetapi, jamur hidroponik punya harga jual lebih tinggi karena tergolong organik. Pestisida tidak dilibatkan sebab keseluruhan pendukung hidup spora jamur berasal dari sistem pengairan serta penataan cahaya.

Selain itu, diperlukan juga pengatur kelembapan udara yang disebut humidifier. Beberapa jenis humidifier mulai dari bentuk spray, wicking humidifiers, juga ultrasoundic humidifiers. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan sendiri tergantung dari tata laksana penanaman yang dikehendaki.

5 Metode Pengairan Hidroponik untuk Pemula


Hidroponik adalah salah satu metode budidaya tanaman dan pertanian yang sepenuhnya menggunakan air sebagai media tanamnya. Metode ini dianggap mempunya banyak keunggulan dibandingkan metode tanaman konvensional, salah satunya, karena tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya, petani sama sekali tidak perlu melakukan penyiraman.

Dengan metode ini pula, petani bisa mendapatkan hasil tanaman yang lebih organik. Dan seperti diketahui bersama, harga jenis hasil tanaman yang dirawat dengan menggunakan teknik organik lebih lumayan dibandingkan dengan metode konvensional saja.

Tapi, meski sudah populer sebagai satu metode tanam. Beberapa orang, terutama mereka yang masih pemula belum mendapatkan gambaran secara umum tentang bagaimana sebuah konsep pertanian hidroponik dijalankan. Faktor kunci, karena menggunakan air sebagai media tanam, sudah barang tentu, sistem pengairan harus tertata secara benar. Berikut ini, disajikan tentang 5 metode pengairan hidroponik yang umum diaplikasikan;

1.      DFT (Deep Flow Technique)

Sesuai dengan namanya, teknik ini dilakukan dengan melakukan perendaman pada bagian akar tanaman dengan ketinggian air berkisar hingga 30 cm. Teknik ini tak bisa dilakukan untuk semua jenis tanaman, sebab dengan ketinggian tersebut maka akar tanaman akan terendam terlalu dalam, tipe tanaman berakar pendek akan membuat batang tanaman terpapar air terus menerus sehingga menyebabkan pembusukkan.

2.      NFT (Nutrient Film Technique)

Teknk kedua dan banyak dipakai adalah nutrient film technique. Diterapkan dengan menggunakan sekam dalam pot yang lalu pot tersebut dilubangi di bagian tertentu dan diletakkan pada aliran air. Untuk teknik NFT ini tanaman tidak terpapar air, tetapi hanya wadahnya saja.

3.      Contra Flow (Pasang Surut)

Untuk teknik ini petani hidroponik masih memerlukan penyiraman. Aliran air dari penyiraman inilah yang nantinya akan mengalir ke bagian lain dari sistem pipa yang dibuat. Akibatnya, tentu tanaman tak selalu basah, ada masa ketika tanaman kering.

4.      Pressure (Perbedaan Tekanan)

Untuk metode yang keempat, tanaman seperti kangkung juga selada sangat pas untuk ditanam dengan cara ini. Mengadopsi teknik seperti pada tempat minum ayam, perbedaan tekanan akan memberikan ruang tanam aliran air sewaktu-waktu ketinggian air berkurang.

5.      Tetes (Drip)

Sebuah selang berisi air nutrisi ditanam pada bagian pot tanaman bila pakai teknik ini. Aliran air pada selang akan menetes ke bagian media tanam sehingga tanaman seperti disirami. Cocok untuk jenis tanaman yang tidak mungkin tergenang air dalam jangka waktu panjang seperti misalnya cabai, tomat ataupun mentimun.

Tiap-tiap teknik hidroponik mempunyai tingkat kesulitan berbeda-beda. Masing-masing pun perlu penanangan yang tepat agar bisa berjalan sesuai dengan sistem dan harapan petani. Bila sudah berhasil sudah pasti tanaman akan memberikan hasil optimal.


CARA MEMBUAT SENDIRI PROBIOTIK RABAL

Banyak peternak ikan dan unggas bertanya pada saya atau dibeberapa postingan sering saya temukan bagaimana caranya agar ternak yang dibudidayakan cepat tumbuh besar namun tidak memerlukan biaya produksi yang besar.Salah satu solusi yang dapat saya berikan ialah dengan cara pemberian probiotik. Ada banyak jenis probiotik yang dijual di toko pertanian dan peternakan namun pada artikel ini saya tidak merekomendasikan merek dagang. hehee

Sahabat boleh tanya pada penjual mana yang paling bagus. Tetapi pada artikel ini saya mencoba membantu sahabat membuat sendiri probiotik yang sudah terbukti mampu mempercepat pertumbuhan ikan dan unggas.



Probiotik ini bernama PROBIOTIK RABAL hasil dari fermentasi ragi dan bakteri asam laktat. Probiotik RABAL berisikan bakteri baik Lactobacillus dan Yeast yang merupakan hasil penelitian oleh Profesor Ibnu Sahidhir dan kawan-kawan di Laboratorium Balai Budidaya Air Payau BBAP Ujung Batee, Provinsi Aceh terhadap 4 merek probiotik yang beredar di pasaran dan mengandung isi serupa.

Probiotik RABAL dapat di produksi sendiri dengan bahan sederhana dan pastinya sangat murah, namun kualitasnya bukan murahan!!

Langsung saja yuk kita pelajari bagaiman cara membuatnya. Sahabat boleh ambil catatan atau kembali lagi ke artikel ini. Ikuti setiap tahapannya dengan baik ya bro and sistt...

#Persiapkan Bahan-Bahan:

1. Air Bersih 9 Liter
2. Susu Yakult 2 Botol
3. Ragi Tape 1 butir yang sudah digiling halus
4. Air Kelapa Murni (Diambil dari satu buah kelapa tua)
5. Molase / Tetes Tebu sebanyak 3 tutup botol ditambah dengan 1/2 liter air bersih.
Jika kesulitan mencari tetes tebu atau molase dapat diganti dengan 1 Kg gula merah/jawa yang telah diencerkan dengan 1/2 liter air terlebih dahulu.

#Alat Yang Diperlukan:

1. Ember Besar Hitam
2. Jerigen ukuran 10 Liter

#Cara Pembuatannya

1. Semua bahan secara berurutan dicampurkan dalam satu wadah ember besar.
2. Aduk semua kira-kira 2-3 menit, hingga semua bahan tercampur merata.
3. Masukkan kedalam Jerigen 1o liter lalu tutup serapat mungkin. Proses fermentasi baru dimulai
4. Simpan ditempat sejuk selama 7-10 hari dengan kondisi minin cahaya matahari agar proses fermentasi berjalan dengan baik.
5. Selama proses fermentasi berlangsung jangan lupa jerigen dibuka 1-2 hari sekali tujuannya agar gas/uap dalam jerigen keluar. Stelah itu jangan lupa ditutup kembali, serapat mungkin ya bro..!
6. Setelah hari ke 7-10 Probiotik RABAL siap untuk digunakan. Indikasi keberhasilan probiotik Rabal akan berwarna kecoklatan.

NB: Jika tetes tebu tidak ada dapat diganti dengan EM4 dan gula merah yang dicairkan.

Sebahagian peternak juga menambahkan gula pasir untuk suplay pakan bakteri lactobacillus dan perasan kunyit untuk menambah nafsu makan.
Bebas anda dapat berkreasi..

#Cara Pemberian Pada Ikan ( Lele, Nila, Belut, Patin, Gurame, Dll)

1. Probiotik rabal dapat diberikan dengan dosis 2-3 tutup botol botol/m3 kolam.
2. Dapat diberikan juga pada pakan pelet dengan dosis 1kg pelet + 2-3 tutup botol PROBIOTIK RABAL + 1/2 air hangat. Campurkan semua aduk sampai merata . Diamkan 10-15 menit, Pakan siap diberikan pada Ikan.

#Cara Pemberian Pada Unggas ( Ayam broiler, Kampung, itik, bebek, burung puyuh, dll.)

1. Pemberian dapat diberi pada air minum dengan mencampurpkan 2 tutup botol untuk setiap 1 liter air minum.
2. Dapat juga diberi ke pakan unggas dengan mencampurkan 2 tutup botol/kg pakan yg diberikan.

#Cara Pemberian Pada Ternak Kelinci, Kambing dan Sapi

Sejauh ini belum ada literatur khusus, namun hasil wawancara saya dengan beberapa peternak kelinci dan kambing probiotik RABAL cukup berpengaruh dalam pertumbuhan ternak dan peningkatan nafsu makan, namun khusus untuk sapi pemberian ragi tape dihilangkan saja.

#Cara Kerja Probiotik Rabal

Probiotik rabal merupakan bahan yang terbuat dari campuran berupa Bakteri Lactobacillus dan yeast hasil dari fermentasi.
Probiotik ini di klaim tidak berbahaya oleh beberapa penggunanya dan aman bagi ternak yang dibudiayakan karena terbuat dari bakteri baik.
Cara kerjanya sederhana yaitu membantu mengurai makanan yang dapat dicerna dengan baik oleh usus sehingga pakan yang terserap dikonversi menjadi daging secara maksimal.

Manfaat Probiotik RABAL

1. Meningkatkan nafsu makan dan pertumbuhan ternak ikan dan unggas.
2. Mempercepat waktu pemanenan dan tentunya akan mengurangi biaya pakan.
3. Mampu meningkatkan bobot ikan dan unggas.
4. Meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas ikan dan ternak agar lebih kuat menghadapi serangan penyakit dan perubahan suhu/iklim.
5. Pada ayam akan mengurangi bau kotoran akibat dari gas amonia, sangat berguna juga dalam menjaga kebersihan kandang.
6. Mampu meningkatkan penyerapan protein pada pakan dan mengubahnya menjadi daging secara maksimal.
Demikianlah informasi menarik seputar CARA MEMBUAT SENDIRI “PROBIOTIK RABAL” yang dapat saya berikan pada sahabat..

Kalau mau berlangganan Artikel Gratis sahabat boleh Subscribe, saya akan kirim artikel Terbaik Kami via email.

Mari bagikan artikel ini, agar semakin banyak yang mengetahuinya dan petani/peternak semakin berkembang dan maju!!

Semoga Bermanfaat yoooo. Salam, Suksess Menyertai Kita Semua..

Bahaya Penggunaan Pupuk Kimia pada Budidaya Pertanian, yang Wajib Anda Ketahui!


Pemupukan merupakan hal yang pasti dilakukan dalam melakukan aktivitas budidaya pertanian. Pupuk merupakan zat yang diberikan ke tanah guna meningkatkan ketersediaan hara maupun nutrisi bagi tanaman. Dengan pemupukan diharapkan mampu meningkatkan hasil budidaya sehingga akan memberikan hasil yang yang optimal dan menguntungkan secara ekonomi.


Namun, proses pemupukan seringkali kurang diperhatikan oleh petani. Banyak dari mereka berlebihan dalam pemberian dosis pupuk ke tanah. Hal ini justru akan menjadi permasalahan yang serius ketika pupuk yang digunakan adalah pupuk kimia atau sintesis. Memang dalam jangka pendek akan meningkatkan hasil, namun perlu diketahui jika dalam jangka panjang hal tersebut justru akan bersifat merugikan. Berikut dampak penggunaan pupuk kimia jika diberikan secara berlebih.

Kerusakan Tanah

Pupuk kimia yang diberikan pada tanah dengan dosis yang berlebih mampu menurunkan kualitas tanah, bahkan bisa sampai tahap merusak. Tanah memiliki batas toleransi dalam menyerap kandungan zat pupuk kimia. Jika diberikan berlebih makan akan ada zat residu atau zat yang tidak bisa diserap oleh tanaman. Residu ini sifatnya beracun dan akan membunuh berbagai organisme tanah seperti cacing, jamur, dan bakteri.

Tanah yang sudah terkontaminasi dan tercemar zat kimia akan merusak struktur tanah, tanah akan menjadi keras dan tandus. Tanah menjadi tidak mampu lagi menyediakan air dan hara bagi tanaman. Femomena ini memang tidak terjadi dalam jangka pendek, namun jika dalam jangka panjang penumpukan zat kimia terus terjadi di tanah maka tidak menutup kemungkinan tanah akan rusak dan tidak mampu lagi berfungsi sebagai lahan budidaya.

Merusak Ekosistem

Selain berdampak pada tanah, penggunaan pupuk kimia juga akan berdampak pada kualitas air yang ada. Pupuk kimia umumnya mengandung zat seperti nitrit dan fosfat dimana ini bersifat racun untuk kehidupan akuatik. Residu zat kimia yang tidak terserap oleh tanaman mampu terbawa aliran air sampai ke sungai bahkan laut dan menjadi sumber pencemaran.

Pencemaran zat kimia dari pupuk dalam air bisa berupa eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan kondisi dimana kandungan zat kimia seperti fosfat dalam air sangat berlebih. Fenomena ini tentu sangat berbahaya, terutama bagi manusia. Jika manusia mengonsumsi air yang terkontaminasi tersebut berisiko pada kesehatannya yang terganggu, seperti kerusakan ginjal dan osteoporosis.

Tanaman Menjadi Rentan

Tercemarnya bahan kimia dari pupuk dalam tanah tentu juga akan mempengaruhi kualitas tanamanannya. Rusaknya keseimbangan zat hara dalam tanah akan mempengaruhi tanaman secara langsung. Dampak yang paling mudah dilihat adalah tanaman menjadi mudah terserang hama dan penyakit. Hal ini menyebabkan tanaman menjadi sangat bergantung pada bahan kimia lain, seperti fenomena penggunaan pestisida kimia.

Tanaman tentu juga bisa terkontaminasi zat kimia. Akan terdapat residu bahan kimia pada tanaman yang dapat membahayakan siapa saja yang mengonsumsinya. Tentu dengan kandungan zat kimia dalam tanaman ini kualitas hasil panen jadi menurun, akan memiliki yang jauh lebih rendah dibanding produk tanaman lain yang dibudidayakan secara organik.

Bagaimana Solusinya?

Solusi yang paling tepat adalah dengan penerapan budidaya tanaman secara organik. Memang pada awal aplikasinya hasil yang didapat tidak sebanyak dibanding saat budidaya secara non organik. Dengan menerapkan budidaya organik ini diharapkan mampu mengatasi masalah lingkungan dari pencemaran zat kimia baik dari pupuk maupun pestisida kimia. Hasil yang didapat tentu juga akan memiliki kualitas yang lebih baik, baik dari segi kesehatan maupun jika dipasarkan akan memiliki harga jual yang lebih tinggi.


Bertanam Bawang Merah dalam Polybag, Atasi Masalah Lahan Sempit


Bawang merah adalah bagian dari kebutuhan sehari-hari. Tentu tak sedap rasanya bila memasak tanpa hadirnya sejoli bawang merah dan bawang putih. Tapi terkadang, ada masa ketika bawang merah mengalami kenaikan harga yang sangat drastis.


Sama seperti cabe, tomat serta pelengkap kebutuhan dapur lainnya. Orang bisa membudidayakan bawang merah dengan cara yang cukup mudah dan tak perlu lahan luas. Caranya dengan memanfaatkan media tanam polybag.

Tentu saja, agar bawang merah yang ditanam bisa membawa hasil yang memuaskan seperti ketika ditanam pada lahan yang luas. Perlu diketahui metode yang tepat. Berikut ini adalah rangkuman tahapan menanam bawang merah dalam polybag mulai dari awal hingga panen.

·        Pembibitan

Bibit bawang merah yang baik bisa didapatkan dengan sangat mudah. Pasalnya di dapur sekalipun sebenarnya selalu tersedia bawang merah. Untuk bawang merah yang hendak ditanam, pilih umbi yang sudah tumbuh tunasnya. Dengan penampilan segar dan tidak keriput serta tak ada tanda membusuk.

·        Penanaman di Media Tanam

Media tanam adalah polybag yang diisi campuran tanah gembur, dengan pupuk organik bisa kompos atau pupuk kandang. Potong setidaknya ¼ bagian ujung tunas, yang fungsinya untuk merangsang tumbuhnya tunas baru dengan lebih cepat. Pastikan bagian akar menghadap ke bawah, dan tanam dalam lubang-lubang media tanam yang telah tersedia. Untuk satu polybag berukuran besar, anda bisa menanam beberapa bibit sekaligus.

·        Metode Perawatan

Untuk perawatan cukup dengan penyiraman sebanyak 2 kali sehari.  Lakukan penyiraman secara teratur hingga usia bbit memasuki 10 hari, cukup 1 kali sehari saja. Siangi gulma yang mungkin tumbuh, pemupukan lanjutan juga bisa dilakukan bila dirasa perlu.

·        Masa Panen

Bawang merah bisa segera dipanen bila sudah memasuki usia tanam antara 55-70 hari. Kenali beberapa ciri pada daun, yaitu dari ketinggian, serta faktor lain seperti 90% daun sudah mulai merunduk.

Bertanam bawang merah adalah alternatif untuk menyediakan bumbu dapur keluarga. Masa tanam yang relatif pendek, dengan perawatan yang mudah bisa dijadikan alasan untuk mencoba menanam bawang merah dengan media tanam polybag.

Tips diatas bisa dicoba oleh siapa saja. Bahkan bila ingin dikembangkan sebagai bisnis tentu sah-sah saja. Apalagi kini, permintaan bawang merah organik juga tinggi dan punya nilai ekonomis yang lumayan. Tapi pastikan bahwa setiap langkah sudah dilakukan dengan benar dan tepat guna.

Jangan lupa, bila bawang merah sudah dipanen. Ada baiknya untuk melakukan penjemuran dibawah terik matahari. Penjemuran ini biasa dilakukan selama kurang lebih 7-14 hari dibawah sinar matahari langsung. Fungsiny untuk menurunkan kadar air.

Kadar air yang baik dalam setiap umbi bawang merah setidaknya berkisar 85%. Semakin tepat kadar airnya, maka diharapkan bawang merah hasil panenan tak cepat busuk dan bertahan lama.